Di antara lebih dari 1800 jenis cacing yang dikenal oleh para ilmuwan, terdapat dua jenis cacing yang biasa kita pakai di dalam budidaya atau ternakan cacing dan proses pembuatan baja organik, iaitu jenis cacing Lumbricus Rubellus (cacing merah) dan Eisenia Fetida (cacing Tiger/harimau)
Cacing tanah jenis Lumbricus Rubellus adalah cacing tanah yang tergolong dalam kelompok binatang avertebrata (tidak bertulang belakang) yang hidupnya di tanah yang gembur dan lembab. Cacing ini adalah salah satu jenis cacing yang termasuk dalam kelompok cacing epigeic. Kedua jenis cacing ini sangat mudah untuk diternak ,selain itu perkembangbiakannya sangat cepat dibanding dengan jenis cacing lain.
Tahi lembu atau kambing sangat baik untuk pertumbuhan berat badan dan perkembangbiakan cacing lumbricus Rubellus. Apabila kita masukan 1 kg cacing lumbricus Rubellus pada satu kotak yang berisi media campuran 60% serbuk gergaji yang telah kita rendam dalam air seminggu dengan tujuan untuk menghilangkan getah dan bau, dengan 40% tahi lembu/kambing yang telah direndam semalaman. Lalu kita berikan makanan tambahan seperti batang pisang, hampas tauhu, tebu atau soya, maka dalam jangka waktu dua minggu cacing tersebut akan bertelur.
Setelah telurnya kelihatan matang atau kekuningan, kita pisahkan antara cacing induk dengan telornya. Induknya kita simpan ke media yang baru dan telor yang berada di media tadi kita biarkan selama lebih kurang dua minggu sehingga telor tersebut menetas. Setelah menetas baru kita berikan makanannya seperti rutin biasa Dalam tempoh satu bulan atau paling lambat 6 minggu, cacing tersebut akan menjadi dewasa dan sedia untuk bertelur seperti induknya.
Sementara itu, Induknya yang sudah bertelur, setelah dua minggu kemudian ia akan bertelur lagi. Selagi medium yang diberikan adalah baik, induk cacing tersebut akan terus bertelur setiap dua atau tiga minggu sekali . Dalam dua bulan, ia akan menghasilkan empat keturunan. Jika kita mempunyai induk sebanyak 100kg, dalam dua bulan kita akan mempunyai 800kg calon anak cacing. Bahkan jumlah itu boleh menjadi lebih kerana setiap satu butir telur cacing lumbricus rubellus berisi 4 ekor anak cacing.
Cacing tanah jenis Lumbricus Rubellus adalah cacing tanah yang tergolong dalam kelompok binatang avertebrata (tidak bertulang belakang) yang hidupnya di tanah yang gembur dan lembab. Cacing ini adalah salah satu jenis cacing yang termasuk dalam kelompok cacing epigeic. Kedua jenis cacing ini sangat mudah untuk diternak ,selain itu perkembangbiakannya sangat cepat dibanding dengan jenis cacing lain.
Tahi lembu atau kambing sangat baik untuk pertumbuhan berat badan dan perkembangbiakan cacing lumbricus Rubellus. Apabila kita masukan 1 kg cacing lumbricus Rubellus pada satu kotak yang berisi media campuran 60% serbuk gergaji yang telah kita rendam dalam air seminggu dengan tujuan untuk menghilangkan getah dan bau, dengan 40% tahi lembu/kambing yang telah direndam semalaman. Lalu kita berikan makanan tambahan seperti batang pisang, hampas tauhu, tebu atau soya, maka dalam jangka waktu dua minggu cacing tersebut akan bertelur.
Setelah telurnya kelihatan matang atau kekuningan, kita pisahkan antara cacing induk dengan telornya. Induknya kita simpan ke media yang baru dan telor yang berada di media tadi kita biarkan selama lebih kurang dua minggu sehingga telor tersebut menetas. Setelah menetas baru kita berikan makanannya seperti rutin biasa Dalam tempoh satu bulan atau paling lambat 6 minggu, cacing tersebut akan menjadi dewasa dan sedia untuk bertelur seperti induknya.
Sementara itu, Induknya yang sudah bertelur, setelah dua minggu kemudian ia akan bertelur lagi. Selagi medium yang diberikan adalah baik, induk cacing tersebut akan terus bertelur setiap dua atau tiga minggu sekali . Dalam dua bulan, ia akan menghasilkan empat keturunan. Jika kita mempunyai induk sebanyak 100kg, dalam dua bulan kita akan mempunyai 800kg calon anak cacing. Bahkan jumlah itu boleh menjadi lebih kerana setiap satu butir telur cacing lumbricus rubellus berisi 4 ekor anak cacing.
0 comments:
Post a Comment